Singapura tadinya sudah menyiapkan rencana hidup berdampinagan dengan COVID-19 karena memiliki cakupan vaksinasi yang sangat tinggi,Tetapi, belakangan ini kasus COVID-19 melonjak di Singapira dan para pemerintah Singapura harus berhati-hati dengan melonjaknya COVID-19 tersebut.

Kasus COVID-19 tertinggi di Singapura dikabarkan terjadi pada hari Jumat (10/9/2021), 573 orang dengan kasus baru. Sebelumnya kasus COVID-19 di Singapura diketahui dalam kondisi turun dengan rata-rata di bawah 50 orang perhari nya.

Dibaca juga : Ronaldo Datang, Gol Langsung Dua !!!

Kepala Satgas COVID-19 di Singapura, Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong, mengaku tren ini mengkhawatirkan. Ini adalah pertama kalinya Singapura menghadapi lonjakan kasus COVID-19  sejak puncak wabah di bulan April 2020 tahun lalu.

“Kami sudah menyangka akan ada peningkatan kasus pada pembatasan mulai dilonggarkan. Peningkatan yang tajam ini mengkhawatirkan kami,” kata Gan seperti dikutip dari Agen Slot Terpercaya, Minggu (12/9/2021).


Dibaca juga :Kelompok Feminis Terbangkan Sebuah Pesawat Di Atas Old Trafford

Gan Kim Yong menyebut terpuruk dengan melonjaknya kasus yang terjadi di negaran lain yang sudah memiliki cakupan banyak vaksinasi tinggi, seperti Israel dan Inggris. Kedua negara itu juga dilaporkan mengalami lonjakan COVID-19 yang sangat tinggi  setelah mencoba hidup berdampingan dengan COVID-19 dan melakukan pelonggaran Protokola Kesehatan. 

DIbaca juga : Hotman Paris Bantu Saipul Jamil Minta KPI Memperjelas Izin Tampil Di Telivisi

“Jadi sekarang kami ingin berhati-hati dan memberi waktu untuk memastikan kasus yang tinggi ini tidak berujung pada peningkatan kasus serius dan kematian,” ungkap Gan.

“Dua sampai empat minggu ke depan akan menjadi periode yang penting. Karena kita akan mengetahui apakah para pasien akan menghadapi gejala serius dan komplikasi,” lanjutnya.

ADMIN

By ADMIN

Powered by Live Score & Live Score App