Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dikeluhkan oleh Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) mengeluhkan yang belum diganti pembayarannya dengan besarnya biaya penanganan pasien virus corona (Covid-19) di sejumlah RS swasta tanah air.

Besaran biaya yang diklaim belum dibayar telah mencapai ratusan miliar rupiah sejak Oktober 2020 lalu. Data ARSSI pun memperlihatkan setidaknya yang dijadikan tempat rujukan pasien Covid-19 di tanah air kurang lebih sudah ada 700 RS swasta.

“Memang betul belum dibayarkan, kalau keseluruhannya bisa ratusan miliar dan juga klaim-klaim yang sebelumnya kan banyak yang dikembalikan dan belum dibayar juga,” kata Sekretaris Jenderal ARSSI Iing Ichsan Hanafi, Rabu (27/01/2020).

Dikhawatirkan membuat aktivitas RS swasta terhambat dengan keterlambatan pembayaran biaya pengobatan Covid-19 oleh negara itu.

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes pada bulan ini meminta penambahan kapasitas tempat tidur sebanyak 30-40 persen.

Dalam hal ini, Ichsan mengaku telah memberitahu kabar ini dari pihaknya kepada Kemenkes. Pihaknya juga mengatakan sempat mendengar kabar keterlambatan disebabkan anggaran dari Kementerian Keuangan yang belum cair untuk biaya pengobatan Covid-19 itu.

Dalam hal biaya pengobatan, Kemenkes sebelumnya telah memastikan tidak akan dikenakan biaya sepeserpun alias gratis untuk setiap pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit.

Dalam hal itu terbaca bagi pasien suspek, probable maupun confirm Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit akan dibiayai oleh pemerintah dan hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 413 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

DIBACA JUGA :

ADMIN

By ADMIN

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Powered by Live Score & Live Score App