JAKARTA – Setelah insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 183, mulai melakukan pemeriksaan khusus kepada seluruh pesawat Boeing 737 Classic 300 (737-300), 737-400, dan 737-500 oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktrorat Kelakudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan, apabila sebuah pesawat mengalami kecelakaan pemeriksaan tersebut merupakan langkah prosedural.

“Bahwa DKPPU dalam hal ini bertindak untuk preventif action kepada pesawat tipe yang sama B737CL yang ada di Indonesia untuk tindakan pencegahan dan hal ini biasa dilakukan di negara-negara lain,” tutur Novie, Selasa (12/01/2021).

Terhadap 10 operator Boeing 737 Classic, DKPPU akan melakukan pemeriksaan, yakni Sriwijaya Air, Nam Air, Travel Express Aviation Services, Trigana Air Services, Tri-Mg Intra Asia Airlines, My Indo Airlines, Jayawijaya Dirgantara, Citilink Indonesia, Deraya Air, dan Cardig Air.

DKPPU akan melakukan pemeriksaan terhadap 7 aspek utama dalam surat yang ditandatangani oleh Pelaksana Harian Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Udi Tito Priyatna itu, sebagai berikut:

Pelaksanaan airworthiness directive (AS) compliance

Pelaksanaan inspeksi rutin dan major inspection

Monitoring repetitive Pelaksanaan pilot training

Pelaksanaan pilot proficiencey check Crew duty time

Pemeriksaan implementasi Surat Edaran pada masa Pandemi Covid-19 “Agar menyiapkan soft copy dokumen untuk pemeriksaan dimaksud untuk seluruh operator Boeing 737,” tutup Udi Tito.

Dibaca Juga :

ADMIN

By ADMIN

2 thoughts on “Kemenhub Periksa Boeing 737 Classic Milik 10 Operator Usai Insiden Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by Live Score & Live Score App